Dari uraian terdahulu nampak bahwa pengertian managemen selalu diterapkan dalam hubungan usaha suatu kelompok manusia dan tidak pada usaha satu orang tertentu walaupun penerapan terhadap usaha satuorang ini tidak mustahil . Kelompok manusia atau unsur kelompok manusia ini adalah unsur dasar terpenting dalam managemen hingga tergantung pada kemampuan menggerakan orang - orang ini pulalah sucses tidaknya kegiatan seorang manager.
Ada 3 (tiga) kategori kemahiran yang dimiliki oleh setiap manager (menurut Auren Turis ) yaitu :
a. Kemahiran yang bertalian dengan hubungan kerja kemanusiaan " human relation skill " seperti bekerja sama bawahan ,memupuk hubungan baik dengan atasan ,memupuk kerja sama dan koordinasi dengan manager yang setingkat dengan lain lain
b. Prosedural dan administrasi " prosedural and administrative skills " seperti mengendalikan pekerjaan -pekerjaan tata usaha dan memepergunakan waktu kerja dengan efektif.
c. Pribadi " personal skills " ,seperti pengaturan daya ingatan ,pemisatan, pikiran dll.
Rex F Harlow mengemukakan 3 kemahiran dasar yang diperlukan bagi seorang manager yaitu :
a. Kemahiran teknis yang cukup untuk melakukan upaya dari pada tugas khususnya yang menjadi tanggung jawabnya ( teknical skill )
b. Kemahiran yang bercorak kemanusiaan yang cukup dalam bekerja dengan sesamanya guna menciptakan keserasian kelompok yang efektif dan yang mampu menumbuhkan kerja sama antara amggota - anggota bawahan yang ia pimpin '' human skill"
c. Kemahiran menyalami atau (mengetahui) keadaan yang cukup untu menemukan antara hubungan dari pelbagai faktor yang tersangkut dalam suasana itu, yang biasa memberikan petunjuk - petunjuk kepadanya mengambil langkah - langkah dimaksud, sehingga mencapai asil yang maksimal bagi organisasinya secara keseluruhan ( conceptual skill )
L Katz menggambarkan kebutuhan ,kemahiran-kemahiran tersebut behubungan dengan ketiga tingkatan manager ( Higher manager, Midle manager, lower manager)
Oleh Erik E PKP-PK
Minggu, 31 Oktober 2010
Kamis, 28 Oktober 2010
ORGANIZATION AND MANAGEMEN
Dalam artikel ini diharapkan para pembaca dapat memahami persoalan sekitar organisasi dan managemen ,untuk menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai manager pemula (supervisor) dilingkungan kerja masing - masing ,dengan hal tersebut dapat dikiranya kita lihat sistematika dari organisasi dan managemen :
1. Principle of organization and management (Prinsip-prinsip organisasi dan managemen)
2. Delegation Of authority ( hakiki organisasi)
3. Unity of comand (kesatuan komando)
4. Span of Control ( rentang kendali )
5. Division of Work (pembagian kerja )
6. Function of Management ( proses managemen)
7. Type of leadership ( kepemimpinan )
8.Organization of Directorate general of Air communications
1. Pengertian Organiasai
Setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerjasama secara formal terikat dalam rangka mencapai suatu tujuan yang yelah ditentukan dalam ikatan mana terdapat seorang / beberapa orang yang disebut atasan seorang / sekelompok orang yang di sebut bawahan.
2. Hakiki organisai
sebagai alat administrassi dan manajemen organisasi dapat ditinjau dari dua sudut pandang yaitu organisasi sebagai wadah dan organisai sebagai proses.
a. Organisasi sebagai wadah.
Sebagai wadah, organisasi adalah tempat dimana kegiatan-kegiatan adminitrasi dan management dijalankan.sebagai wadah organisasi perlu memiliki suatu pola dasar struktur organisasi yang relatif permanen.tetapi meskipun begitu perkembangan, semakin kompleksnya tugas-tugas yang harus dilaksanakan, berubahnya tujuan,bergantinya pimpinan, beralihnya kegiatan, semuanya dapat merupakan faktor yang menuntut apa adanya perubahan dalam struktur suatu organisasi. dalam hal demikian, pola dasar organisasi itu perlu dibuat atas landasan yang kuat dan pemikiran yang matang karena perubahan struktur organisasi selalu mengakibatkan INTERRUPSI dalam pelaksanaan tugas. Penulis dengan sengaja mempergunakan istilah RELATIF STATIS untuk menjelaskan organisasi sebagai wadah karena tidak ada satu organisasi yang berkembang bertumbuh dan maju boleh berada dalam keadaan ABSOLUT STATIS.
b. Organisasi sebagai proses.
Organisasi sebagai proses menyoroti interactionantara orang-orang di dalam organisasi itu. karenanya, organisasi sebagai prose, jauh lebih dinamis sifatnya dibandingkan dengan organisasi sebagai wadah. Organisasi sebagai proses membawa kita kepada pembahasan 2 macam hubungan di dalam organisasi
yaitu HUBUNGAN FORMAL yang mneimbulkan FORMAL ORGANIZATION dan HUBUNGAN INFORMAL yang menimbulkan INFORMAL ORGANIZATION.
hubungan formal antara orang-orang dalam organisasi pada umumnya telah di atur dalam dasar hukum pendirian organisasi dan pada truktur oragnisasi serta hiraki yang terdapat dalam organisasi. Hubungan formal ini biasanya tergambar dalam bagan organisasi, sesuai dengan dasar hukum yang telah di tentukan. hubungan informal di antara orang-orang dalam organisasi tidak di atur dalam dasar hukum pendirian organisasi. tidak pula terlihat dalam struktur organisasi.juga tidak tergambar dalam bagan organisasi, sesuai dengan dasar hukum yang telah ditentukan.
Hubungan informal antara orang-orang dalam organisasi tidak diatur dalam dasar hukum pendirian organisasi. Tidak pula terlihat daalam srtuktur organisasi. Tidak pula terlihat dalam struktur organisasi. Juga tidak tergambar dalam bagan organisasi.
3. Prinsip-prinsip Organisasi.
Dimuka telah dikatakan bahwa hasil daripada pengorganisasian ialah terciptanya suatu organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kesatuan dalam rangka usaha pencapaian tujuan yang telah ditentukan, menurut rencana yang telah ditetapkan. Jika demikian halnya sukses tidaknya administrasi dan managemen dalam melaksanakan fungsi pengorganisasian dapat dinilai dari kemampuan untuk menciptakan suatu organisai yang baik. Yang dimaksud dengan organisai yang baikadalah suatu organisasi yang memilikli ciri-ciri (sifat-sifat) sebagai berikut :
a) Terdapat tujuan yang jelas.
b) Tujuan organisasi harus dipahami oleh setiap orang di dalam organisasi.
c) Tujuan organisasi harus diterima oleh setiap orang dalam organisasi.
d) Adanya kesatuan arah (unity of direction)
e) Adanya kesatuan perintah (unity of comand)
f) Adanaya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang.
g) Adanya pembagian tugas (distribution of work)
h) Struktur organisasi harus disusun sederhana mungkin.
i) Pola dasar organisasi harus relatif permanen.
j) Adanya jaminan jabatan (security of tenure)
k) Balas jasa yang diberikan pada setiap orang harus setimpal dengan jasa yang diberikan.
l) Penenmpatan orang yang sesuai dengan keahlianya (The right man in the right place)
4. Pengertian Manajemen.
Kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain, bahwa organisasi dapat dipandang sebagai wadah dan proses.
Berikut ini Definisi manajemen guna memperjelas pengertian tentang manajemen.
a. John D. Millst
Managemen adalah proses memimpin dan melancarkan pekerjaan dari orang-orang yang terorganisir secara formalsebagai kelompok untuk memperoleh tujuan yang diinginkan.
b. Elmore Petersons and e.Grosvenor Plowman.
Managemen dapat diberikan definisi sebagai suatu tekhnik dengan tekhnik mana maksud dan tujuan dari sekelompok manusia tertentuditetapkan, diklasifikasikan dan serta dilaksanakan.
c. Ordway Tead
Manajemen adalah proses dan perangkat yang mengarahkan serta membimbing kegiatan-kegiatan suatu organisasi dalam mencapai tuuan yang telah ditetapkan.
d. Ralph C.Davis.
Manajemen adalah fungsi daripada setiap pimpinan executif dimanapun.
e. John F.Mee
Manajemen adalah seni untuk mencapai hasil yang maximal dengan usaha yang minimal.
f. S. Kimball and D.S Kimball Jr.
Manajemen terdiri dari semua tugas dan fungsi yang meliputi penyusunan sebua perusahaan, pembiayaan, penetapan garis-garis besar kebiasaan, penyediaan semua peralatan yang diperlukan dan penyussunan kerangka organisasi serta pemilian pejabat-pejabat terasnya.
g. George R. Terry.
Manajemen adalah tindakan-tindakan yang khas terdiri dari tindakan plsning, Organizing, actuating dan control. dimana masing-masing bidang digunakan ilmu pengetahuan maupun keahlian.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari kesamaan- kesamaan yang terdapat dalam berbagai macam definisi diatas bahwa....
1) Manajemen selalu diterapkan dalam hungbungan usaha suatu kelompok manusia dan tidak terhadap suatu usaha satu orang tertentu.
2) Dalam pengertian manajemen selalu terkandung adanya suatu tujuan tertentu yang akan dicapai oleh suatu kelopok yang bersangkutan.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa manajemen adalah persoalan mencapai sesuatu tujuan-tujuan tertentu dengan suatu kelompok orang-orang.
Rabu, 27 Oktober 2010
DEFINISI BARANG BERBAHAYA
1. Barang berbahaya adalah barang atau bahan yang dapat beresiko membahayakan terhadap kesehatan ,keselamatan atau barang lainya selama dalam pengangkutan dengan pesawat udara. Untuk keperluan pengangkutan dalam petunjuk teknis dikelompokan menjadi 9 (sembilan) klas menurut jenis bahaya yang dapat ditimbulkan terhadap pegawai pengangkut dan personil pertolongan keadaan darurat.
* Sembilan klas bahan berbahaya tersebut adalah :
Klas 1.......... Explosives
Klas 2.......... Gases : Compressed , liquified,dissolved under pressure or deeply refrigerated.
Klas 3.......... Flamable liquids
Klas 4.......... Flamable solids, substances liable to spotaneous combution , substances which,
in contact with water ,emit flamable gases .
Klas 5......... Oxidizing substances ; organic perorides.
Klas 6......... Poisonous ( toxic)
Klas 7......... Radioactive materials.
Klas 8......... Corosive.
Klas 9......... Miscellaneous dangerous goods, that is articles or subtances which.during air tranport.
present a danger not covered by other classes.
Examples ; masgntized material ,accetal dehyde onsmonia; expanable polystyrene beads.
Oleh Wahyu Riyanto Koja PKP-PK
* Sembilan klas bahan berbahaya tersebut adalah :
Klas 1.......... Explosives
Klas 2.......... Gases : Compressed , liquified,dissolved under pressure or deeply refrigerated.
Klas 3.......... Flamable liquids
Klas 4.......... Flamable solids, substances liable to spotaneous combution , substances which,
in contact with water ,emit flamable gases .
Klas 5......... Oxidizing substances ; organic perorides.
Klas 6......... Poisonous ( toxic)
Klas 7......... Radioactive materials.
Klas 8......... Corosive.
Klas 9......... Miscellaneous dangerous goods, that is articles or subtances which.during air tranport.
present a danger not covered by other classes.
Examples ; masgntized material ,accetal dehyde onsmonia; expanable polystyrene beads.
Oleh Wahyu Riyanto Koja PKP-PK
IV. KECELAKAAN YANG MENYANGKUT BAHAN BERBAHAYA
1. Sering sekali barang berbahaya diangkut dengan pesawat komersial dalam pesawat penumpang dan pesawat kargo. Jenis barang - barang berbahaya yangdiperbolehkasn diangkut dengan persyaratan semuanya dijelaskan dalam Documen ICAO 9284 tentang " Tecknical Intructions for the safe Transport of Dangerous Goods by Air "yang mengacu pada ketentuan ICAO Annex 18 tentang The safe Transport of Dangerous Goods by Air. Yang harus dilaksanakan oleh setiap negara anggota . Dalam pengangkutan bahan berbahaya dengan pesawat udara harus mengacu secara lengkap pada petunjuk teknisnya.
2. Dalam persyaratan pada petunjuk teknis, beberapa jenis bahan berbahaya yang sangat bebahaya selama dalam pengangkutan dilarang diangkut dengan pesawat udara. Kecuali beberapa macam bahan berbahaya yang pada kondisi biasa dilarang diangkut dengan pesawat udara.,mungkin dapat diangkut dengan peralatan khusus yang termasuk dalam pengecualian,dan hanya dengan izin semua negara yang berkaitan yaitu negara asal barang diangkut,transit,tujuan dan melintas. Barang berbahaya jenis tersebut biasanya dapat diperbolehakan diangkut dengan pesawat udara dalam batasan dang tingkat bahaya yang diizinkan dalam pesawat penumpang sedangkan lainya diangkut dalam pesawat kargo.
Oleh Wahyu Riyanto Koja PKP-PK
2. Dalam persyaratan pada petunjuk teknis, beberapa jenis bahan berbahaya yang sangat bebahaya selama dalam pengangkutan dilarang diangkut dengan pesawat udara. Kecuali beberapa macam bahan berbahaya yang pada kondisi biasa dilarang diangkut dengan pesawat udara.,mungkin dapat diangkut dengan peralatan khusus yang termasuk dalam pengecualian,dan hanya dengan izin semua negara yang berkaitan yaitu negara asal barang diangkut,transit,tujuan dan melintas. Barang berbahaya jenis tersebut biasanya dapat diperbolehakan diangkut dengan pesawat udara dalam batasan dang tingkat bahaya yang diizinkan dalam pesawat penumpang sedangkan lainya diangkut dalam pesawat kargo.
Oleh Wahyu Riyanto Koja PKP-PK
II. TAKTIK PENYELAMATAN DAN PERALATAN YANG DIPERLUKAN
1.Taktik penyelamatan operasi PKP-PK sebaiknya diartikan sebagai upaya penyelamatan serta perlindungan bagi para penumpang pesawat udara yang terjebak dengan sesegera menentukan jalan keluar yang aman bagi para penumpang dalam pesawat udara yang terbakar saat melakukan operasi pendinginan badan pesawat ,penyelimutan apai dan secepat mungkin memadamkan kebakaran serta selanjutnya dengan evakuasi korban.
2. Pertolongan para korban yang terjebak dalam pesawat udara yang terbakar harus mengacu kepada prosedur yang benar dengan menggunakan peralatan yang lengkap untuk operasi penyelamatan baik didalam mapun diluar pesawat udara dilengkapi dengan sistem alat komunikasi yang aman dan efektif serta didukung oleh tim medis yang telah siap menangani kondisi darurat.
3. Setelah api benar - benar padam tidakan personil PKP-PK yang sebaiknya dilakukan yaitu mencari kemungkinan masih terdapat penumpang yang terperangkap , melakukan pendinginan pesawat udara ,menyediakan alat penerangan dan membuat ventilasi didalam pesawat udara dengan membuka pintu-pintu dan jendela.
4.Seluruh kegiatan operasi pelayanan PKP-PK sebaliknya dilengkapi dengan peralatan dan bahan pemadam yang lengkap dan sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan mengacu kepada SKEP Dirjen Hubud Nomor : SKEP /94/IV/98 dan Doc 9137 AN 898 part I yang terdiri dari :
a. Bahan pemadam yang memiliki tingkat efisiensi yang tinggi untuk penekanan api .
b. Alat penerangan listrik dari generator yang mudah dipindah pindah .
c Peralatan Rescue
d. Alat ko0munikasi dua arah.
e. Alat - alat pertolongongan pertama.
5. Alat komunikasi antara awak pesawat , personil PKP-PK dan petugas ATC merupakan satu kebutuhanyang sangat penting untuk memudahkan koordinasi dalam setriap upaya penyelamatan .
Oleh Wahyu Riyanto Koja PKP-PK
2. Pertolongan para korban yang terjebak dalam pesawat udara yang terbakar harus mengacu kepada prosedur yang benar dengan menggunakan peralatan yang lengkap untuk operasi penyelamatan baik didalam mapun diluar pesawat udara dilengkapi dengan sistem alat komunikasi yang aman dan efektif serta didukung oleh tim medis yang telah siap menangani kondisi darurat.
3. Setelah api benar - benar padam tidakan personil PKP-PK yang sebaiknya dilakukan yaitu mencari kemungkinan masih terdapat penumpang yang terperangkap , melakukan pendinginan pesawat udara ,menyediakan alat penerangan dan membuat ventilasi didalam pesawat udara dengan membuka pintu-pintu dan jendela.
4.Seluruh kegiatan operasi pelayanan PKP-PK sebaliknya dilengkapi dengan peralatan dan bahan pemadam yang lengkap dan sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan mengacu kepada SKEP Dirjen Hubud Nomor : SKEP /94/IV/98 dan Doc 9137 AN 898 part I yang terdiri dari :
a. Bahan pemadam yang memiliki tingkat efisiensi yang tinggi untuk penekanan api .
b. Alat penerangan listrik dari generator yang mudah dipindah pindah .
c Peralatan Rescue
d. Alat ko0munikasi dua arah.
e. Alat - alat pertolongongan pertama.
5. Alat komunikasi antara awak pesawat , personil PKP-PK dan petugas ATC merupakan satu kebutuhanyang sangat penting untuk memudahkan koordinasi dalam setriap upaya penyelamatan .
Oleh Wahyu Riyanto Koja PKP-PK
Senin, 25 Oktober 2010
II. OPERASI PEMADAMAN PESAWAT UDARA
1. Tujuan pelayanan operasi PKP-PK adalah mengatasi dan mengawasi terjadinya kebakaran pada pesawat udara atau wilayah yang dianggap kritis terhadap timbulnya api melalui titik - titik kritis yang telah di tentukan untuk penyelamatan para penumpang pesawat saat dilakukan evakuasi .
2. Apabila terjadi kebakaran "kelas A " di pesawat udara yang meliputi barang muatan ( cargo ),Bahan yg mudah terbakar yang tidak meliputi zat cair yang mudah terbakar ( Flamable Liquid )media pemadaman yang tepat digunakan adalah air.
3. Panas yang timbul akibat sistim pengereman dan timbulnya percikan api pada roda pesawat udara ,pada suhu tertentu sangat berpontensi menimbulkan ledakan ban pesawat udara . Menghadapi situasi ini para personil PKP-PK sebaiknya tidak mendekati roda pesawat udara dari arah samping sejajar dengan poros roda saat akan melakukan operasi pemadaman.
4. Proses pendinginan roda pesawat Udara yang panas ( hingga menimbulkan bara ) akibat sistem pengereman dapat diakukan personil PKP-PK dengan cara memencarkan air pada roda secara menyebar (spray) dengan jarak waktu yang terputus-putus selama 5 s/d 10 detik pancaran air dalam jarak waktu 30 detik tiap- tiap pacaran.Dalam hal ini bubuk kimia kering merupakan bahan pemadam yang efektif tetapi memiliki kapasitas pendinginan yang terbatas.
5.Beberapa pesawat sipil dan militer dilengkapi dengan mesin roket tambahan sebagai daya dorong / tolak pesawat udara pada saat emergency dan alat bantu tinggal landas pesawat udara (JATO) . Sisa pembakaran pada mesin roket biasanya akan terus menyala dalam kurun waktu 2-3 menit berupa api kecil pada nozzle.
Jika kebakaran terpusat pada mesin roket pesawat udara maka air dan foam dapat digunakansebagai media pemadaman tetapi pemadaman sebaliknya dilakukan jika proses oksidasi mesin roket telah benar benar terhenti.
6. Personil PKP-PK sebaliknya segera memutusksn kabel - kabel arus pada pesawat udara bermesin roket yang mengalami kecelakaan untuk mencegah kemungkinan timbulnya arus pendek akibat adanya daya listrik pada kabel tersebut meskipun tidak terjadi kebakaran pada mesin roket saat kecelakaan pesawat udara terjadi.
7. Bahan pemadam kimia kering sangat efektif untuk digunakan terlebih dahulu untuk pemadaman api didalam mesin (piston) pesawat udara apabila sistem pemadaman otomatis pada pesawat udara tidak dapat berfungsi dengan baik.Foam dan air dapat digunakan untuk mendinginankan bagian luar bagian luar badan pesawat udara.
8. Kebakaran yang terpusat pada ruang bakar mesin turbin pesawat udara dapat diatasi dengan mengupayakan mesin tetap dalam keadaan berputar. Api yang terdapat pada bagian luar pembakaran mesin turbin dapat sepenuhnya dapat dipadamkan dengan sistem pemadaman otomatis pada pesawat udara dan apabila api masih terus menyala personil PKP-PK dapat menggunakan bahan pemadam kimia kering untuk operasi pemadaman.Foam dan air dapat dipancarkan pada bagian luar pesawat udara untuk mrndinginkan badan pesawat.
9. para personil PKP-PK harus siaga pada jarak kurang lebih dari 7,5 m dari silinder hisap ( INLET DUCT ) mesin turbin dan jarak 45m dari bagian blast ( BLAST AREA )
10. Beberapa bagian mesin pesawat udara terbuat dari bahan titanium yang jika terbakar tidak dapat dipadamkan dengan alat pemadam KONVENSIONAL yang terseduia di dalam pesawat udara, jika terjadi hal tersebut dalam pesawat udara maka ad kemungkinan membiarkannya terbakar habis sepanjang :
a. Tidak ada campuran uap udara yang dapat menyala akibat kebakaran api atau permukaan-permukaan
mesin yang panas; dan
b. pancaran Foam dan air tetap diupayakan stabil agar untuk menjaga keseimbangan bagian dalam badan
dan struktur pesawat udara.
11. beberapa komponen pesawat udara terbuat dari bahan magnesium. Apabila kebakaran terpusat pada komponen tersebut maka tindakan yang perlu di ambil yaitu dengan melakukan penyelimutan komponen tersebut dengan FOAM. Hal ini juga dimaksudkan sebagai antisipasi tumpahnya bahan bakar akibat kebocoran-kebocoran yang terjadi.
12.Pemilihan bahan pemadam kebakaran yang akan digunakan harus dilakukan dengan cermat sesuai jenis kebakaran yang terjadi. Karena aktivitas pemadaman diharapkan menghasilkan suatu kecepatan control pemadaman api dan meminimalkan kerusakan sebagai aktivitas pemadaman disamping fungsi utamanya yaitu menyelamatkan jiwa
13. Bubuk kimia kering dan Co2 adalah bahan pemadam yang tidak mudah terkontaminasi dengan yang lain dan sangat efektif untuk mengatasi kebakaran yang meliputi bensin dan listrik.
Oleh Wahyu Riyanto Koja PKP-PK
2. Apabila terjadi kebakaran "kelas A " di pesawat udara yang meliputi barang muatan ( cargo ),Bahan yg mudah terbakar yang tidak meliputi zat cair yang mudah terbakar ( Flamable Liquid )media pemadaman yang tepat digunakan adalah air.
3. Panas yang timbul akibat sistim pengereman dan timbulnya percikan api pada roda pesawat udara ,pada suhu tertentu sangat berpontensi menimbulkan ledakan ban pesawat udara . Menghadapi situasi ini para personil PKP-PK sebaiknya tidak mendekati roda pesawat udara dari arah samping sejajar dengan poros roda saat akan melakukan operasi pemadaman.
4. Proses pendinginan roda pesawat Udara yang panas ( hingga menimbulkan bara ) akibat sistem pengereman dapat diakukan personil PKP-PK dengan cara memencarkan air pada roda secara menyebar (spray) dengan jarak waktu yang terputus-putus selama 5 s/d 10 detik pancaran air dalam jarak waktu 30 detik tiap- tiap pacaran.Dalam hal ini bubuk kimia kering merupakan bahan pemadam yang efektif tetapi memiliki kapasitas pendinginan yang terbatas.
5.Beberapa pesawat sipil dan militer dilengkapi dengan mesin roket tambahan sebagai daya dorong / tolak pesawat udara pada saat emergency dan alat bantu tinggal landas pesawat udara (JATO) . Sisa pembakaran pada mesin roket biasanya akan terus menyala dalam kurun waktu 2-3 menit berupa api kecil pada nozzle.
Jika kebakaran terpusat pada mesin roket pesawat udara maka air dan foam dapat digunakansebagai media pemadaman tetapi pemadaman sebaliknya dilakukan jika proses oksidasi mesin roket telah benar benar terhenti.
6. Personil PKP-PK sebaliknya segera memutusksn kabel - kabel arus pada pesawat udara bermesin roket yang mengalami kecelakaan untuk mencegah kemungkinan timbulnya arus pendek akibat adanya daya listrik pada kabel tersebut meskipun tidak terjadi kebakaran pada mesin roket saat kecelakaan pesawat udara terjadi.
7. Bahan pemadam kimia kering sangat efektif untuk digunakan terlebih dahulu untuk pemadaman api didalam mesin (piston) pesawat udara apabila sistem pemadaman otomatis pada pesawat udara tidak dapat berfungsi dengan baik.Foam dan air dapat digunakan untuk mendinginankan bagian luar bagian luar badan pesawat udara.
8. Kebakaran yang terpusat pada ruang bakar mesin turbin pesawat udara dapat diatasi dengan mengupayakan mesin tetap dalam keadaan berputar. Api yang terdapat pada bagian luar pembakaran mesin turbin dapat sepenuhnya dapat dipadamkan dengan sistem pemadaman otomatis pada pesawat udara dan apabila api masih terus menyala personil PKP-PK dapat menggunakan bahan pemadam kimia kering untuk operasi pemadaman.Foam dan air dapat dipancarkan pada bagian luar pesawat udara untuk mrndinginkan badan pesawat.
9. para personil PKP-PK harus siaga pada jarak kurang lebih dari 7,5 m dari silinder hisap ( INLET DUCT ) mesin turbin dan jarak 45m dari bagian blast ( BLAST AREA )
10. Beberapa bagian mesin pesawat udara terbuat dari bahan titanium yang jika terbakar tidak dapat dipadamkan dengan alat pemadam KONVENSIONAL yang terseduia di dalam pesawat udara, jika terjadi hal tersebut dalam pesawat udara maka ad kemungkinan membiarkannya terbakar habis sepanjang :
a. Tidak ada campuran uap udara yang dapat menyala akibat kebakaran api atau permukaan-permukaan
mesin yang panas; dan
b. pancaran Foam dan air tetap diupayakan stabil agar untuk menjaga keseimbangan bagian dalam badan
dan struktur pesawat udara.
11. beberapa komponen pesawat udara terbuat dari bahan magnesium. Apabila kebakaran terpusat pada komponen tersebut maka tindakan yang perlu di ambil yaitu dengan melakukan penyelimutan komponen tersebut dengan FOAM. Hal ini juga dimaksudkan sebagai antisipasi tumpahnya bahan bakar akibat kebocoran-kebocoran yang terjadi.
12.Pemilihan bahan pemadam kebakaran yang akan digunakan harus dilakukan dengan cermat sesuai jenis kebakaran yang terjadi. Karena aktivitas pemadaman diharapkan menghasilkan suatu kecepatan control pemadaman api dan meminimalkan kerusakan sebagai aktivitas pemadaman disamping fungsi utamanya yaitu menyelamatkan jiwa
13. Bubuk kimia kering dan Co2 adalah bahan pemadam yang tidak mudah terkontaminasi dengan yang lain dan sangat efektif untuk mengatasi kebakaran yang meliputi bensin dan listrik.
Oleh Wahyu Riyanto Koja PKP-PK
Minggu, 24 Oktober 2010
PROSEDUR PERTOLONGONGAN KECELAKAAN PENERBANGAN DAN PEMADAM KEBAKARAN
1. KONDISI UMUM KEADAAN DARURAT
- Pengamatan secara terus menerus terhadap penerbangan dan kegaitan di apron harus selalu dilaksanakan dari fire station. Para pengamat sebaliknya dilengkapi dengan peralatan teropong dan fasilitas komunikasi untuk segera dapat membunyikan alarm.
- Lokasi penenpatan fire station harus mempunyai jarak pandang yang maksimum terhadap daerah pergerakan .
- Personil PKP-PK secara bergantian harus mengamati seluruh kegiatan penerbangan selama waktu operasi bandar udara .tugas pengamatan termasuk beberapa pengecekan secara visual terhadap :
- Mesin pesawat udara saat diudara dan pada waktu take-off,
- Pesawat udara yang taxi ,menghidupkan mesin didarat ,keamanan landing gear,dan operasi perawatan pesawat udara pada sisi udara termasuk pengisian bahan bakar.
- Kesiapan acces routes termasuk runways dan taxiways , yang biasanya sedang ditutup oleh pesawat yang berhenti menunggu izin untuk take-off atau taxi .
- Pengaruh perubahan cuaca yg kemungkinan dapat menghalangi pergerakan kendaraan PKP-PK
- Jika menerima pemberitahuan dari personil ATC yang sedang bertugas bahwa telah terjadi kecelakaan pesawat udara atau akan terjadi kecelakaan ,PKP-PK bandar udara segera menuju ke lokasi sesuai pemberitahuan yang diberikan oleh petugas ATC.
- ATC harus memberi informasi kejadian yang sebenarnya serta situasi keadaan darurat .Pada saat kendaraan PKP-PK telah menuju kelokasi kecelakaan ,ATC akan memberitahu kepada semua penerbanagan pada atau diluar wilayah pengendalianya mengenai status pelayanan PKP-PK yang masih tersedia .
- Kendaraan PKP-PK harus segera mengambil posisi yang terbaik untuk mencangkup daerah kecelakaan dengan perhitungan minimum 1 (satu) kendaraan telah berada pada posisi untuk memberikan pemadaman dalam waktu yang secepatnya.
- Perencanaan penanggulangan keadaan darurat untuk setiap bandar udara harus disiapkan sesuai kondisi setempat .
- Untuk keadaan darurat yan disebabkan tidak berfungsinya roda pendaratan atau kesulitan pada roda ,kemungkinan pesawat udara selalu keluar dari runway yang mungkin dapat menabrak peralatan darurat . Dalam hal seperti ini sebaiknya peralatan darurat di tempatkan dekat dengan ujung touchdown dan kemudian mengikuti pesawat udara setelah pesawat udara mendarat.
- Tindakan yang harus dilaksanakan oleh PKP-PKbandar udara pada kecelakaan diluar bandar udara , dilakukan sesuai dengan kesepakatan dengan unit pemadam kebakaran kota . Kerjasama dengan polisi setempat harus diatur terlebih dahulu .Komunikasi antara kendaraan PKP-PK ,fire station ,dan ATC selalu dilakukan ,bila dimungkinan unit pemadam kota dapat memonitor freqkuensi komunikasi tersebut. Kendaraan yang dapat berjalan lebih cepat supaya mendahului kendaraan yang lain tetapi yang mendahului kendaraan yang lain tetapi yang mendahului supaya supaya memberikan kendaraan dibelakangnya melalui radio komunikasi ,memberikan rute yang harus dilalui . Para pengemudi kendaraan PKP-PK harus berhati -hati dalam mengemudi yang kemungkinan memotong jalan raya.
- Kendaraan tangki air dan kendaraan pompa air yang berisi air tambahan agar diberangkatkan segera bila kemungkinan pemakaian air perlu penambahan dan khususnya bila daerah kecelakan diketahui melewati wilayah pencegahanya .Persiapan sebelumnya supaya disediakan untuk memenuhi kebutuhan tambahan air atau bahan pemadam yang di bawa dalam kendaraan seba guna.
- Pengenalan daerah di luar bandar udara dan kaadaan lalu lintasnya agar dilaksanakan untuk mencegah kelambatan waktu pada saat keadan darurat. hal yang perlu diperhatikan agar dicamtumkan dalam grid map yang selalu ditempatkan pada kendaraan PKP-PK.
- Semua personil yang langsung beroperasi di daerah kecelakaan harus menggunakan pakaian pelindung yang memadai .Pemberian perlindungan foam dengan menggunakan hose lines biasanya diperlukan untuk memberikan jalan masuk dan keluar bagi para penolomg maupun bagi para penumpang pesawat .Pelatihan bagi personil PKP-PK sangat bermanfaat dan mencegah tidak berfungsinya peralatan pencegahan kebakaran serta mencegah pemberian pertolongan yang tidak aman kepada penumpang pesawat udara saat melalui daerah berbahaya .Agar hati -hati memancarkan foam kepada para penolong kecuali jika diperlukan karena foam dapat menutupi pelindung muka dan menutupi pengelihatan .Pembasahan yang terputus putus pada pakaian pelindung dengan cairan pada kondisi pancaran panas tinggi dapat menyebabkan uap panas. Dalam hal tersebut terjadi secara kebetulan atau untuk melindungi,penyemprotan supaya terus menerus dilanjutkan sehingga terbebas dari daerah panas tinggi.
- Setelah tiba ditempat kebakaran ,slang yang akan di hidupkan ditempatkan pada posisi yang tepat . hal ini untuk menjamin dengan segera dapat dipancarkan bila terjadi semburan api dari bahan bakar yang dapat membahayakan personil PKP-PK dan peralatanya dan pemumpang pesawat udara dilokasi kebakaran .Jika tidak terlihat api ,supaya peralatan supaya disiagakan dan segera dapat dipergunakan untuk pelayanan.Semua personil harus menggunakan pakaian pelindung yang standart dengan maksud untuk mengurangi kemungkinan mencederai diri karena sembuaran api.
- Bila terjadi tumpahan bahan cair yang mudah terbakar anmun tidak terbakar ,harus segera dicegah terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran dan menyelimuti dengan foam.Sumber api yang berasal sari mesin agar dibasahi atau didinginkan.Kemungkinan sisa panas pada mesin turbin pesawat yag telah dimatikan lebih dari 30 menit dapat menyalakan uap bahan bakar atau 10 menit pada mesin piston.
- Bila tumpahan bahan bakar diselimuti dengan foam harus disediakan air tambahan yang cukup untuk tugas utama pertolongan. Pasokan air secara terus menerus sangat penting dan biasanya tidak tersedia pada setiap sudut tempat di bandar udara sehingga tanki air dan pompa -pompa harus segera diisiapkan sejak diterimanya pemberitahuan atau pada waktu alarm berbunyi ,siap memberikan pasokan pada kendaraan PKP-PK .Kendaraan serba guna harus tersedia untuk membawa bahan - bahan pemadam api dan peralatan lain yang di perlukan dilokasi kecelakaan. Peralatan lain yang mungkin diperlukan seperti ladder truck ,elevated platform truck ,atau peralatan lampu penerangan , Persiapan -persiapan tersebut sanagat penting yang termasuk tanggung jawabnya.
- Opersi pertolongan harus melalui pintu utama atau pintu darurat lainya sehingga personil PKP-PK harus dilatih untuk melakukan hal tersebut dengan menggunakan peralatan yang diperlukan.
- Penyelamatan terhadap para penumpang peawat udara harus dilakanakan secepat mungkin . Namun terhadap penumpang yang cedera harus diberlakukan hati-hati agar tidak memperburuk / memperparah kondisi lukanya. Pengungsian dari daerah yang terbakar selalu diutamakan.
- Pipa-pipa bocoran bahan bakar ,cairan hidrolis,alkohol,dan oli supaya segera disumbat untuk mengurangi jumlah tumpahan dan perluasan kebakarn.
- Jika sumber panas tidak dapat dipindahkan dan kobaran api mengancam ,tangki bahan bakar yang tidak terbakar agar segera dilindungi dengan bahan pemadam untuk mencegah ikut terbakar atau meledak.
- Jendela -jendela pesawat biasanya dipergunakan untuk pertolongan atau untuk ventilasi.Beberapa jendela dirancang untuk diperguanakan pintu pintu darurat.Pada semua pesawat udara pintu keluar selalu ditandai dan mempunyai alat pembuka pada sisi dalam kabin dan sisi luar kabin.Pada umumnya pintu-pintu tersebut dibuka kearah dalam dan pintu kabin selalu dipergunakan sebagai untuk ventilasi makaharus dibuka pada arahmelawan arah atau angin.
- Peraturan "dilarang merokok " harus ditegakan pada lokasi kecelakaan dan daerah sekitarnya.
- Apabila menggunakan kabel untuk mempercepat pertolongan atau mengendalikan api, prosedur tersebut harus dilakukan tanpa mengakibatkan kebocoran tangki yang telah rusak menjadi lebih parah yang dapat menumpahkan bahan bakar lebih banyak atau menyebabkan cidera lebih parah bagi mereka yang sedang terjebak.
- Hati-hati jika membuat ventilasi dekat daerah tangki bahan bakar .Dalam beberapa kejadian menggunakan alat pendobrak menyebabkan tumpahan bahab bakar menjadi banyak dan memperbesar bahaya kebakaran.
Langganan:
Postingan (Atom)